Dari Pesantren Untuk Dunia
Oleh: Ahmad Sihabuddin, S.Sos.I*
Pondok Pesantren sebagai salah satu institusi pendidikan yang ada dalam masyarakat mempunyai peran penting dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia. Pendidikan pesantren tidak saja memberikan pengetahuan dan ketrampilan teknis tetapi jauh lebih penting yaitu menanamkan nilai-nilai moral dan agama. Sesuatu yang teramat penting di tengah modernitas dan interaksi antar bangsa yang tidak mengenal batas lagi.
Menurut KH. Sahal Mahfudz, Rois Aam PBNU, memahami dunia pesantren ini susah-susah gampang sebab tidak mudah memahami dunia pesantren. Pesantren itu unik sehingga membutuhkan kajian yang komprhensif tentang dunia pesantren
Dilihat dari perkembangannya banyak pondok pesantren saat ini tidak kalah majunya dengan institusi-institusi pendidikan lainnya bahkan dengan sekolah-sekolah yang ditangani pemerintah sekalipun. Namun, ada pondok pesantren yang sangat terbelakang, karena tetap terpaku pada tradisi-tradisi lama dan tidak mau membuka diri atas perkembangan yang ada.
Agenda penting pesantren sekarang adalah bagaimana pesantren bisa membuka diri terhadap dunia luar sekaligus secara terbatas mampu menerima berbagai kemajuan masyarakat. Pesantren yang tidak mampu membuka diri sudah dipastikan mungkin kehilangan eksistensinya di tengah dinamika masyarakat. Berbagai upaya untuk memberikan pencerahan pada kalangan pesantren menjadi penting dilakukan agar pesantren dapat berkembang sesuai dengan dinamika zamannya.
Posisi sentral seperti itu memungkinkan pesantren untuk memainkan berbagai peran sosial yang dapat mempengaruhi masyarakatnya. Dengan kekuatan kharismatik yang dimiliki seorang kyai, pesantren dapat menggerakkan hampir semua potensi sumber daya manusia yang dimilikinya untuk melakukan berbagai usaha dan kegiatan. Oleh karena itu, pesantren sering pula diasumsikan sebagai agen perubahan sosial, atau pusat pembaharuan masyarakat. Melalui kekuatan tersebut, pesantren dapat melakukan perubahan, baik untuk komunitasnya sendiri maupun untuk lingkungan masyarakatnya.
Pesantren sebenarnya punya modal menuju kesana. Jargon pesantren: “al-muhafazat a’la qadim al-shalih wa al-akhdzu bi al-jadid al-ashlah” menjaga tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik. Hal ini menunjukkan bahwa pesantren memandang perlu dinamika pesantren tanpa kehilangan jati diri pesantren. Disinilah pesantren memacu dirinya untuk maju, menyesuaikan dengan perkembangan zaman agar tidak tergilas oleh zaman. Apalagi era sekarang, tantangan yang dihadapi oleh pesantren kian kompleks.
Menurut KH. M. Nafi, Kepala Mahasiswa Pesntren al-Hikam Malang, beliau mengutarakan bahwa tugas utama pesantren adalah membimbing individu agar bisa memenuhi dan mencapai hajat hidup yang sesungguhnya. Tiga hajat yang ingin dicapai oleh manuusia adalah, Pertama, Kecukupan pangan, sandang dan papan. Kedua, dihargai dalan pergaulan dan peran sosialnya. Ketiga, mempunyai hajat kebutuhan kepada Tuhan-nya.
Persoalanya, manusia mempunyai keinginan yang tidak terbatas. Sedangkan kemampuan untuk memenuhi keinginan itu yang terbatas. Akibatnya, manusia terkadang melakukan segala hal untuk mencapai keinginan itu dengan mengesampingan nilai-nilai keislaman.
Dalam konteks sekarang, pesantren mempunyai peranan dalam dakwah pengembangan yang mempunayi peranan dan harus mengambil tanggung jawab dengan memegang peranan aktif. Dengan peranan aktif, maka pembangunan manusia Indonesia akan mendapatkan jaminan moralitas dan etika keagamaan sebagai landasannya. Jaminan moralitas dan etika keagamaan ini akan memberikan arahan pembangunan manusia Indonesia untuk melahirkan manusia yang unggul secara material dan spiritual. Sebaliknya, tanpa peranan aktif dari pesantren pengembangan masyarakat Indonesia akan mengulangi pengalaman pahit dengan banyaknya penduduk Indonesia, namun memiliki kualitas yang sangat rendah dalam kedua aspek tersebut
Disinilah pesantren memposisikan diri sebagai pihak yang member rambu-rambu yang benar. Lebih jauh lagi, pesantren adalah alat pendorong manusia untuk mencari ridha Allah SWT, nilai tertinggi yang menjadi pengharapan semua makhluk. Untuk memenuhi ini, pesantern diperkenankan melakukan system agar manusia yang dibimbing bisa mencapai ridha Allah SWT.
Pengembangan manusia yang dilakukan pesantren diharapkan akan bisa melahirkan manusia unggul yang memiliki kemampuan ilmu dan teknologi serta wawasan keagamaan luas serta iman dan takwa yang tinggi. Ajaran agama sebagai pesan dakwah yang disampaikan dalam hal ini dari pihak pesantren bisa diterjemahkan untuk membangun manusia yang memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi yang berwawasan moralitas dan etika yang tinggi.
Kebutuhan manusia terhadap ketiga hajatnya membuat posisi pesantren akan terus dibutuhkan oleh umat. Sehingga pesantren harus menyiapkan kemampuan dalam bidang teknologinya, meningkatkan SDM nya sehingga pesantren betul-betul menjadi solusi bagi problematika yang dihadapi oleh ummat.
Pengaruh pesantren terhadap kehidupan dunia mempunyai peranan penting yang tidak bisa dilihat sebelah mata. Pesantren dengan model pendidikan keagamaannya mampu menghasilkan generasi-generasi yang tersebar keseluruh lapisan masyrakat untuk selanjutnya menyebarkan ilmu yang telah diperoleh kemudian ditransfer kembali ke masyarakat. Tidak berlebihan bila dikatakan pesantren bisa menjadi agen perubahan untuk menata kehidupan manusia.
*Penulis adalah alumni Ponpes Nurul Ummah Yogyakarta, Sekarang sebagai Pegawai Kementerian Agama Kab. Bengkayang.
Dari Pesantren Untuk Dunia
06.46
sihabuddin
Posted in
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





No Response to "Dari Pesantren Untuk Dunia"
Posting Komentar